} -->

selamat datang

Selamat datang di chamdanwicaksana.blogspot.com

Tuesday, 16 September 2014

pengertian elektronika gambar fungsi dan satuan nya

Jenis-jenis Komponen Elektronika beserta Fungsi dan Simbolnya
Jenis-jenis Komponen Elektronika beserta Fungsi dan Simbolnya – Peralatan Elektronika adalah sebuah peralatan yang terbentuk dari beberapa Jenis Komponen Elektronika dan masing-masing Komponen Elektronika tersebut memiliki fungsi-fungsinya tersendiri di dalam sebuah Rangkaian Elektronika. Seiring dengan perkembangan Teknologi, komponen-komponen Elektronika makin bervariasi dan jenisnya pun bertambah banyak. Tetapi komponen-komponen dasar pembentuk sebuah peralatan Elektronika seperti Resistor, Kapasitor, Transistor, Dioda, Induktor dan IC masih tetap digunakan hingga saat ini.
Jenis-jenis Komponen Elektronika
Berikut ini merupakan Fungsi dan Jenis-jenis Komponen Elektronika dasar yang sering digunakan dalam Peralatan Elektronika beserta simbolnya.
A. Resistor
Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance.
Jenis-jenis Resistor diantaranya adalah :
1.     Resistor yang Nilainya Tetap
2.     Resistor yang Nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.
3.     Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor
4.     Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient)
Gambar dan Simbol Resistor :
Description: Jenis-jenis Resistor
B. Kapasitor (Capacitor)
Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F)
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :
1.     Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.
2.     Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut adalah Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum
3.     Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.
Gambar dan Simbol Kapasitor :
Description: Jenis-jenis Kapasitor
C. Induktor (Inductor)
Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung). Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio. Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H).
Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :
1.     Induktor yang nilainya tetap
2.     Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.
Gambar dan Simbol Induktor :
Description: Jenis-jenis Induktor (Coil)
D. Dioda (Diode)
Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :
1.     Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
2.     Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
3.     LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.
4.     Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.
5.     Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali .
6.     Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.
Gambar dan Simbol Dioda:
Description: Jenis-jenis Dioda
E. Transistor
Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.
Gambar dan Simbol Transistor :
Description: Jensi-Jenis Transistor
F. IC (Integrated Circuit)
IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).
Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.
Gambar dan Simbol IC (Integrated Circuit) :
Description: Jenis-jenis IC (Integrated Circuit)
G. Saklar (Switch)
Saklar adalah Komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Dalam Rangkaian Elektronika, Saklar sering digunakan sebagai ON/OFF dalam peralatan Elektronika.
Gambar dan Simbol Saklar (Switch) :
Description: Jenis-jenis Saklar (Switch)


KONVERSI SATUAN DALAM BESARAN LISTRIK

Slama ini kita sering mendengar beberapa satuan seperti meter (m) trus ada kilometer(Km),

nah apa hubungannya antara meter dengan Kilometer
Begini ceritanya,
setau saya setiap besaran di dunia memiliki satuan, masih inget kan satuan Sistem Internasional (SI) di SMP dulu. Panjang satuannya meter, Berat satuannya Kilogram, dan lain sebagainya, nich tabelnya...
Description: http://4.bp.blogspot.com/-j3Ls5o-y1f4/UJ-1lOt8rII/AAAAAAAAAbA/ow0GSeI0fNw/s400/Tabel+satuan+SI.png

Begitu juga dengan besaran-besaran listrik, pasti harus ada satuannya. Berikut tabelnya beberapa besaran listrik beserta satuannya.
Description: http://2.bp.blogspot.com/-7X5-Eik4_Vs/UJ-1jHM-ELI/AAAAAAAAAa4/p3jZMxOaslk/s400/Besaran+Listrik.png
Selanjutnya, setiap satuan tersebut masih dapat dikonversi ke satuan yang lebih besar atau yang lebih kecil. Setiap satuan yang lebih besar atau yang lebih kecil diawali dengan kata awalan satuanyang menyatakan besar/kecilnya diikuti satuan dasarnya. Tujuannya tentu untuk mempermudah dalam pemakaian sehari-hari. Gak enak kan menyebut 0,000001 volt, padahal sam dengan 1mikrovolt.

Simak tabelnya,
Description: http://2.bp.blogspot.com/-Sf1nQqAaSww/UJ-2RCrxUEI/AAAAAAAAAbI/Rmh_xNMkzrk/s400/Tangga+Satuan.png


Nah, satuan-satuan tersebutkalo mau diubah ke Satuan Dasar ya tinggal dikali sesuai tabel diatas. Sengaja cuma saya tuliskan sedikit, karena selama ini hanya satuan tersebut yang banyak digunakan.

Penggunaan tabel tersebut adalah dari satuan lebih besar atau lebih kecil menuju SATUAN DASAR.
mari simak aja contohnya Gan,..
1.  5 kilovolt = ........ volt
     sesuai tabel diatas, kilo menuju satuan dasar adalah dikali 10³ 
      maka
5 kilovolt  = 5 x 10³
                       = 5 x (10 x 10 x 10) 
                = 5 x 1000
                = 5000 volt

 2. 7000 miliFarad = ............ farad
     sesuai tabel diatas, mili menuju satuan dasar adalah dikali 10³
      maka       
7000 miliFarad  = 7000 x 10³
                                = 7000 / 10³ 
                          = 7000 / 1000
                          = 7 Farad
         
Sebenarnya begini, setiap satuan yang saya tulis diatas adalah kelipatan 10 pangkat 3. Setiap satuan naik satu tingkat maka dikali 10³ atau dibagi dengan 1000. Kebalikannya setiap turun satu tingkat maka dikali dengan 10³ atau dikali dengan 1000. 
Kalau turun  lebih dari 1 step berarti setiap step pangkatnya dikali 3.
- turun 1 step = x 10³
- turun 2 step = x 10
- dan seterusnya

Kalau naiknya lebih dari satu prinsipnya juga sama,
- naik 1 step = x 10³   
- naik 2 step = x 10⁻⁶
- dan seterusnya

Contohnya Gan, silahkan disimak
1. 30 Ampere = ................. miliAmpere
    Silahkan simak tabel lagi, dari Satuan Dasar (Ampere) menuju mili (miliAmpere) turun 1 tingkat,
    jadi langsung dikali dengan 10³ atau dikali dengan 1000.
     30 Ampere = 30 x 10³
                          = 30 x 1000
                          = 30.000 miliAmpere 

2. 45.000 Kilo Ohm = ................. Mega Ohm
     simak tabel lagi Gan, dari Kilo menuju Mega naik 1 tingkat,
    jadi langsung dikali dengan 10³ atau dibagi dengan 1000.
       45.000 Kilo Ohm = .................. Mega Ohm
                                   = 45.000 / 1000
                                   = 45 Mega Ohm

3. 10.000 mikroAmpere = ................ Ampere
     simak tabel lagi Gan, dari mikro (mikroAmpere) menuju satuan dasar (Ampere) naik 2 tingkat,
    jadi langsung dikali dengan 10⁻⁶ atau dibagi dengan 1.000.000
       10.000 mikroAmpere = ................. Ampere
                                         = 100 x 10⁻⁶
                                             = 10.000 / 1.000.000
                                             = 0,01 Ampere
    
Semoga Bermanfaat                

No comments:

Post a Comment